Maluku Tengah Diguncang Gempa 6.1 Magnitudo, Begini Analisa BMKG

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Gempa dengan magnitudo (M)6,1 mengakibatan guncangan kuat yang dirasakan warga di kepulauan Maluku. BNPB memonitor laporan sementara kejadian gempa dari beberapa wilayah, seperti Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat dan Kota Ambon. Masyarakat merasakan guncangan gempa dengan kekuatan yang berbeda.

Melansir Badan Penanggulangan Bencana Nasional, BPBD setempat menginformasikan masyarakat merasakan guncangan kuat di Kabupaten Maluku Tengah selama 3 hingga 5 detik. Gempa dengan M6,1 terjadi pada Rabu siang (16/6), pukul 11.43 WIB.

Masyarakat setempat panik dan berhamburan keluar rumah. BPBD Kabupaten Maluku Tengah masih melakukan pemantauan di lapangan. Gempa yang berlokasi 67 km tenggara Maluku Tengah berkedalaman 10 km. Berdasarkan pemodelan BMKG, gempa tersebut tidak memicu terjadinya tsunami.

Di samping laporan dari Maluku Tengah, BPBD Seram Bagian Timur dan Barat menginformasikan bahwa masyarakat setempat juga merasakan guncangan kuat selama 3 hingga 5 detik. Sedangkan BPBD Kota Ambon melaporkan guncangan gempa dirasakan lemah oleh masyarakat. Warga merasakan guncangan sekitar 1 hingga 3 detik.

“Berdasarkan kekuatan gempa yang diukur dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity pada peta guncangan, BMKG mengidentifikasi Tehoru, Masohi, Bula dan Kairatu berada pada III MMI dan Ambon II MMI. Skala III MMI menggambarkan getaran yang dirasakan nyata oleh warga di dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu,” tulis BNPB.

Dilihat dari analisis InaRISK, Kabupaten Maluku Tengah teridentifikasi memiliki potensi gempa bumi dengan kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 17 kecamatan berada pada potensi bahaya tersebut, dengan luas bahaya 296.501 hektar.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono menyatakan, potensi tsunami di Kecamatan Tehoru, Maluku Tengah. Sebab, kata dia, itu akibat terjadinya longsoran bawah laut pasca gempa bumi, Rabu (16/6/2021) pukul 13.43 WIT.

“Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa Malteng M6.0 kedalamn 19 Km menunjukkan bahwa gempa ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI. Namun, berdasarkan hasil observasi muka laut, status TEHORU menunjukkan ada kenaikan muka air laut stinggi 0.5 Meter. Hal ini diperkirakan akibat dari longsoran bawah laut,” ujar Daryono lewat akun Twitternya, Rabu (16/6/2021).

Menurut Daryono hingga Rabu, pukul 13.35 WIB, telah terjadi 13 gempa susulan di Maluku Tengah. “Hingga hari Rabu, 16 Juni 2021 pukul 13.35 WIB, pasca Gempa Maluku Tengah M6.0 hasil monitoring BMKG telah terjadinya 13 (tiga belas) gempab umi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M=3.5,” tulis Daryono. [ind]

 

Sumber: Indopolitika.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *