Mantan Sekda dan Kabiro Kesra ditahan Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya, Siapa Menyusul?

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM Kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya terus bergulir, Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan kembali Menetapkan Dua orang tersangka Baru Dalam Kasus Tersebut Pada, Rabu (16/06).

Kedua Orang Tersangka Tersebut Yaitu Mukti Sulaiman (mantan Sekda Pemprov Sumsel) dan Ahmad Nasuhi (mantan Plt Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel) keduanya ditetapkan sebagai tersangka baru dalam dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya.

Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman mengungkapkan, sebelum ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, awalnya sejak pukul 09.30 WIB keduanya dilakukan pemeriksaan sebagai saksi di Kejati Sumsel.

“Kini keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka baru dalam dugaan kasus pembangunan Masjid Sriwijaya, dan keduanya dilakukan penahanan di Rutan Pakjo Palembang. Kedua tersangka tersebut ditetapkan sebagai tersangka terkait jabatan mereka kala itu,” kata Khaidirman.

Sebelumnya, Penyidik Kejati Sumsel telah menahan empat tersangka korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya yang diduga merugikan negara hingga Rp 130 miliar. Keempatnya masing-masing mantan Ketua Pembangunan Masjid Sriwijaya Edi Hermanto, KSO PT Brantas Abipraya Dwi Kriyana, Ketua Divisi Pelaksanaan Lelang Syarifudin dan kuasa KSO Adipraya-PT Yodyakarya Yudi Wahyoni.

Setelah enam orang ditetapkan sebagai tersangka, siapa lagi yang bakal terseret kasus mega proyek tersebut. Apakah mantan orang nomor satu di Sumsel, Alex Noerdin bakal mengikuti jejak enam tersangka yang mendekam sebagai tahanan. Mengingat Alex Noerdin sempat diperiksa Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel sebagai saksi. Publik tentu menanti kemana arah bola panas itu bergulir.

Diketahui, Masjid Sriiwjaya yang digadang-gadang menjadi masjid terbesar tersebut mulai dibangun pada 2009 dan telah menyerap dana hibah yang bersumber dari APBD Sumsel total Rp 130 miliar pada 2015-2017.

Masjid yang dibangun di atas lahan Pemprov Sumsel seluas sembilan hektare itu membutuhkan dana hingga Rp 668 miliar, namun pembangunannya baru menyelesaikan fondasi dasar dan kini mangkrak. [dbm]

Sumber: Indopolitika.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *