Soal Kebakaran Gudang Amunisi, Komisi I DPR Ragukan Klaim TNI ‘Expired’, Kedaluwarsa Kok Dibiarkan?  

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Kebakaran gudang amunisi daerah (gudmurah) milik TNI di wilayah Ciangsana, Kabupaten Bogor, mendapat atensi serius dari sejumlah anggota Komisi I DPR RI.  

Mereka meragukan klaim pihak TNI yang menyebut kebakaran gudang tersebut karena amunisi sudah habis masa pakai atau expired. Jika pun kedaluarsa, kenapa kok dibiarkan? 

Salah satu anggota Komisi I DPR yang meragukan klaim pihak TNI tersebut yakni TB Hasanuddin. Menurutnya, secara teori, amunisi yang kedaluwarsa semestinya tidak memiliki daya ledak yang cukup besar karena unsur di dalamnya tidak penuh lagi. 

 “Bahkan kalau tidak expired tapi didiamkan lama, itu tidak meledak amunisinya,” kata Hasanuddin kepada media, di Jakarta, Senin (1/4/2024). 

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu melanjutkan, kemungkinan penyebab ledakan dipicu dari suhu panas ruang yang mempengaruhi unsur bahan peledak di gudang. Sebab, sepengetahuannya saat masih aktif sebagai prajurit TNI, tidak ada aliran listrik di area dalam gudang amunisi.  

Maka dari itu, ia mengungkapkan Komisi I DPR bakal mengagendakan pembahasan penyebab ledakan gudang amunisi daerah milik Komando Daerah Militer Jakarta Raya setelah masa reses nanti.  

Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa komisi I nantinya membahas lebih lanjut kejadian tersebut, mulai dari awak peristiwa hingga penyebab ledakan. 

“Akan dibahas saat rapat dengan Panglima TNI,”  ujar purnawirawan TNI AD berpangkat terakhir Mayjen itu. 

Sementara anggota Komisi I DPR RI lainya, Anton Sukartono Suratto mempertanyakan terjadinya ledakan di Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya ini. Anton juga menanggapi mengenai dugaan ledakan gudang amunisi yang disebabkan karena telah kedaluarsanya sejumlah amunisi yang ada dalam gudang. 

“Ya mungkin kita cek lagi harusnya kan dimusnahkan. Kenapa kok kadaluarsa malah dibiarkan. Itu kan pembiaran. Apa tidak ada pengecekan atau gimana. Kita akan tanyakan,” kata Anton saat memberi bantuan kepada warga terdampak yang mengungsi di Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/3/2024) lalu. 

Karena itu, ia berkomitmen dengan akan menanyakan persoalan tersebut kepada Panglima TNI alasan terjadinya ledakan yang berdekatan dengan rumah penduduk tersebut. “Nanti pas rapat kerja dengan panglima akan saya tanyakan, kenapa bisa terjadi dan apa yang menyebabkan ini terjadi, dan jangan sampai kejadian ini terulang kembali,” ujarnya. 

Politisi Fraksi Partai Demokrat ini juga juga mengaku akan menanyakan kepada Panglima TNI mengenai kompensasi yang akan diberikan kepada masyarakat terdampak ledakan gudang amunisi. 

“Kita akan tanyakan juga ke panglima ini kompensasinya seperti apa. Apakah rumahnya akan diperbaiki atau tidak. Intinya kita datang ke sini untuk menanyakan apa yang terjadi di sini,” jelasnya. 

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan, total 65 ton amunisi yang meledak dalam insiden tersebut. Terdiri dari Munisi Kaliber Kecil (MKK) dan Munisi Kaliber Besar (MKB).  

“Ada MKK dan MKB. Jadi seluruhnya ada 65 ton,” kata Agus saat meninjau lokasi Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Jaya di Ciangsana, Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/3/2023).

Agus menjelaskan, total 65 ton amunisi yang berasal dari berbagai satuan di wilayah teritori Kodam Jaya diketahui sudah habis massa pakai atau expired sehingga dikumpulkan untuk dimusnakah atau disposal di Gudmurah Jaya.  

“Karena ini kan sedang menunggu tahap-tahap tadi (verifikasi), tetapi sebelum waktunya di-disposal sudah meledak karena tadi sensitif amunisi itu,” tandas Agus Subiyanto. [Red]

Sumber: Indopolitika.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *